
Facebook, pengguna internet mana yang tak kenal jejaring sosial ini.
Berawal dari mimpi seorang mahasiswa bernama Mark Zuckerberg, Facebook
kini menjelma menjadi situs pengeruk uang.
Facebook didirikan
oleh Zuckerberg bersama teman-temannya sesama mahasiswa. Keanggotaan
situs ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard, kemudian diperluas
ke kampus lain hingga akhirnya kini sudah menyentuh angka 840 juta
pengguna dan bernilai hampir USD 100 miliar.
Yang bisa ditarik di
sini adalah, kejayaan Facebook tidaklah dibangun dalam satu malam.
Namun dari sederet perjuangan, dimana titik awalnya bernama mimpi dan
ide. Nah, inilah modal awal yang biasanya sudah dipegang para penggagas startup.
Mimpi
dan ide kreatif seringkali sudah ada di benak mereka dari jauh-jauh
hari. Namun langkah untuk maju kerap terhadang dari minimnya modal dan
perencanaan bisnis yang matang.
John May, seorang penggiat angel
investor yang juga managing partner dari New Vantage Group, menyatakan
bahwa di sejumlah negara berkembang -- termasuk Indonesia -- para
startup memiliki peluang besar untuk berkembang.
Tinggal
bagaimana mereka menjabarkan ide-ide tersebut dalam bentuk nyata,
disertai dengan modal yang cukup dan strategi bisnis yang mumpuni.
"Saya
bisa bilang negara yang potensial untuk startup ini adalah Mesir dan
Indonesia," tukasnya dalam wawancara dengan beberapa media di @America,
Pasific Place, Jakarta.
Adapun sektor yang memiliki potensi lebih
besar, lanjut May, adalah terkait industri mobile, media,
telekomunikasi, hal-hal yang berkenaan dengan isu sosial, serta masalah
kesehatan.
"Sebuah layanan dari startup yang dapat memberi solusi
untuk menyelesaikan masalah itulah yang memiliki peluang besar,"
tukasnya.
Berburu Startup
Jika para
penggiat startup merasa kesulitan untuk mencari modal, di sisi lain,
para pemilik dana sejatinya juga tengah mencari sembari melihat potensi
startup untuk dikucurkan modal. Salah satu yang tengah dikampanyekan
Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) adalah angel investor.
Shinta
Widjaja Kamdani, Vice Chair GEPI menjelaskan bahwa angel investor tidak
seperti model investasi lain yang cuma mengucurkan dananya untuk
dipergunakan oleh sebuah perusahaan yang ia pilih.
"Namun dalam
skema angel investor itu, para investor ini juga bisa ikut berperan
mengembang bisnisnya. Mulai dari merancang hingga mengelolanya. Jadi
tidak cuma memberikan modal tanpa tahu apa yang dijalankan si penerima
dana, tetapi tapi juga memberi arahan," jelasnya di tempat yang sama.
Pun
demikian, perintis startup jangan lantas khawatir jika model investasi
ini malah akan menyingkirkan mereka dari perusahaan yang digagasnya.
"Untuk itu GEPI ada di sini untuk mengontrolnya. Adapun terkait
kesepakatan kerja samanya, itu terserah mereka (investor dan
startup-red.)," lanjut Shinta, yang juga menjadi Managing Director
Shontesa Group itu.
GEPI sendiri berisi dari para pengusaha kelas
kakap. Mulai dari Ciputra (Ciputra Group), Jakob Oetama (Kompas
Gramedia), Chirs Kanter (Sigma Sembada), TP Rahmat (Tri Putra Group),
Erwin Aksa (Bosowa), hingga Rachmat Gobel (Panasonic)
"Para
investor tentu saja kini tengah mencari startup untuk mengalirkan
modalnya. Jika Anda (startup-red.) tidak ada, maka sehari-hari kami
hanya bermain golf," imbuh May.

Siapa yang Mau Menjadi Mark Zuckerberg?
Skema
pendanaan angel investor tersebut kini tengah coba diperkenalkan GEPI
kepada para pengusaha Indonesia. Dimana John May, yang merupakan pakar
angle investor, diminta untuk sharing terkait hal ini.
Dalam
acara yang digelar di @America, Pasific Place tersebut, John menjabarkan
tentang perihal angel investor di hadapan lebih dari seratus audiens
yang juga terhubung dengan Medan dan Surabaya.
Mereka terlihat
begitu antusias. Terlebih ketika di awal acara, perwakilan dari Kedutaan
Besar Amerika Serikat meneriakkan kalimat penyemangat kepada para
audiens.
"Siapa yang mau menjadi Mark Zuckerberg? Siapa yang mau
menjadi Steve Jobs? Apple dan Hewlett-Packard dirintis dari sebuah
garasi, dan kini sudah menjadi perusahaan raksasa. Siapa tahu hal itu
bisa Anda lakukan juga," pungkasnya.

( ash / sha )
Sumber : Detikinet.com
Semoga bermanfaat ^_^
Salam poeji,
http://daftarjualbeli.com | http://poeji.ciganjur.com






Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 
