Selasa, 20 September 2011 - 09:59:48 WIB | di baca 173x
Pada jaman dulu jam adalah benda mewah yang hanya bisa dimiliki oleh
orang-orang “beruang”, bentuknya pun masih berukuran besar. Tapi kini
jam telah menjadi perlengkapan yang wajib dimiliki, ukurannya juga sudah
banyak berevolusi. Pernahkah terpikirkan oleh Anda, mengapa jarum jam
bergerak ke kanan? Sekilas hal kecil seperti ini memang nampak sepele,
namun ada sejarah mengapa jarum jam bergerak ke kanan.
Dahulu
sebelum jam ditemukan beberapa suku dan bangsa kuno sudah mengenal
sistem waktu dengan cara pengukuran yang berbeda. Bangsa mesir merupakan
salah satu bangsa yang pada waktu itu sudah bisa mengamati waktu dengan
memanfaatkan pergerakan matahari . Mereka mendirikan sebuah tugu yang
disebut obeliks, ketika matahari bergerak maka bayangan dari tugu
tersebut juga akan bergerak, dari sanalah mereka mengukur waktu. Karena
matahari terbit dari timur dan Mesir berada di belahan dunia bagian
utara maka ketika matahari bergerak bayangan dari tugu ...
Selengkapnya (0 komentar)
Pada jaman dulu jam adalah benda mewah yang hanya bisa dimiliki oleh
orang-orang “beruang”, bentuknya pun masih berukuran besar. Tapi kini
jam telah menjadi perlengkapan yang wajib dimiliki, ukurannya juga sudah
banyak berevolusi. Pernahkah terpikirkan oleh Anda, mengapa jarum jam
bergerak ke kanan? Sekilas hal kecil seperti ini memang nampak sepele,
namun ada sejarah mengapa jarum jam bergerak ke kanan.
Dahulu
sebelum jam ditemukan beberapa suku dan bangsa kuno sudah mengenal
sistem waktu dengan cara pengukuran yang berbeda. Bangsa mesir merupakan
salah satu bangsa yang pada waktu itu sudah bisa mengamati waktu dengan
memanfaatkan pergerakan matahari . Mereka mendirikan sebuah tugu yang
disebut obeliks, ketika matahari bergerak maka bayangan dari tugu
tersebut juga akan bergerak, dari sanalah mereka mengukur waktu. Karena
matahari terbit dari timur dan Mesir berada di belahan dunia bagian
utara maka ketika matahari bergerak bayangan dari tugu ... Selengkapnya (0 komentar)
Selasa, 20 September 2011 - 09:57:23 WIB | di baca 304x
Sejarah mencatat banyak juga orang-orang yang mempertaruhkan diri mereka untuk membuktikan sesuatu yang mereka percayai.
Apa yang sejarah tidak ceritakan adalah bahwa ada beberapa orang yang
mencoba mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk membuktikan sesuatu
yang tidak berarti bagi siapa-siapa kecuali bagi diri mereka sendiri.
1. Franz Reichelt (1912)
Seorang
penjahit dari Perancis, dia mencoba membuktikan kalau dengan
menggunakan pakaian buatan dirinya, semua orang bisa terjun dengan
selamat dari ketinggian manapun.
Lalu dia mencari tempat yang
tinggi untuk membuktikan hal tersebut. Karena waktu itu menara eiffel
adalah tempat yang paling tinggi, jadi dia memtuskan untuk lompat dari
situ.
Namun sayang, apa yang dia pikir akan menjadi percobaan terhebat, justru membuat dia sukses menghantam tanah dan mati seketika.
2. Bando Mitsugoro VIII (1975)
Seorang
aktor pemeran kabuki di Jepang yang terkenal pada tahun 1975. Waktu ...
Selengkapnya (12 komentar)
Sejarah mencatat banyak juga orang-orang yang mempertaruhkan diri mereka untuk membuktikan sesuatu yang mereka percayai.
Apa yang sejarah tidak ceritakan adalah bahwa ada beberapa orang yang
mencoba mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk membuktikan sesuatu
yang tidak berarti bagi siapa-siapa kecuali bagi diri mereka sendiri.
1. Franz Reichelt (1912)
Seorang
penjahit dari Perancis, dia mencoba membuktikan kalau dengan
menggunakan pakaian buatan dirinya, semua orang bisa terjun dengan
selamat dari ketinggian manapun.
Lalu dia mencari tempat yang
tinggi untuk membuktikan hal tersebut. Karena waktu itu menara eiffel
adalah tempat yang paling tinggi, jadi dia memtuskan untuk lompat dari
situ.
Namun sayang, apa yang dia pikir akan menjadi percobaan terhebat, justru membuat dia sukses menghantam tanah dan mati seketika.
2. Bando Mitsugoro VIII (1975)
Seorang
aktor pemeran kabuki di Jepang yang terkenal pada tahun 1975. Waktu ... Selengkapnya (12 komentar)






Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 
